Thursday, 21 April 2016

Jenis Laporan Keuangan Pemerintah

LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH


Dua Jenis Kelompok Laporan

  1. Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
  2. Laporan Finansial, yaitu :
    • Laporan Operasional
    • Laporan Perubahan Ekuitas
    • Neraca
    • Laporan Arus Kas
    • Catatan Atas Laporan Keuangan

Laporan Realisasi Anggaran

    LRA merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah dalam satu periode pelaporan. Laporan Realisasi Anggaran mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah pusat/daerah yang meliputi :
  1. Ketaatan terhadap APBN/APBD
  2. Informasi tentang realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit LRA
  3. Pembiayaan, yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode.
    Informasi tersebut berguna bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber-sumber daya ekonomi, akuntabiltas dan ketaatan entitas pelaporan terhadap anggaran karena menyediakan informasi-informasi sebagai berikut :
  • Informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi
  • Informasi mengenai realisasi anggaran secara menyeluruh yang berguna dalam mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal efisien dan efektivitas penggunaan anggaran.
    LRA menyediakan informasi yang berguna dalam memprediksi sumber daya ekonomi yang akan diterima untuk mendanai kegiatan pemerintah pusat dan daerah dalam periode mendatang dengan cara menyajikan laporan secara komparatif. Setiap komponen dalam LRA dijelaskan leboh lanjut dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Penjelasan tersebut memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran seperti kebijakan fiskal dan moneter, sebab-sebab terjadinya perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya, serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut atas angka-angka yang dianggap perlu dijelaskan.

Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih

    Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP-SAL) menyajikan pos-pos berikut, yaitu :
  1. Saldo anggara lebih awal (saldo tahun sebelumnya)
  2. Penggunaan saldo anggaran lebih
  3. Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SILPA/SIKPA) tahun berjalan
  4. Koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya
  5. Lain-lain dan saldo anggaran lebih akhir untuk periode berjalan.
    Pos-pos tersebut disajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya.
  
    LP-SAL dimaksudkan untuk memberikan ringkasan atas pemanfaatan saldo anggaran dan pembiayaan pemerintah, sehingga suatu entitas pelaporan harus menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam LP-SAL dalam Catatan Atas Laporan Keuangan. Struktur LP-SAL tidak memiliki perbedaan baik pada Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Kabupaten/Kota.

Laporan Operasional (LO)

     Laporan Operasional (LO) menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang terceerminkan dalam pendapatan-LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya. Pengguna laporan membutuhkan Laporan Operasional dalam mengevaluasi pendapatan-LO dan beban untuk menjalankan suatu unit atau seluruh entitas pemerintahan.                                   

Laporan Perubahan Ekuitas

    Laporan perubahan ekuitas menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos ekuitas tahun sebelumnya, surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan dan koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar, misalnya:
  • Koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya;
  • Perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap. Di samping itu, suatu entitas pelaporan juga menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan Perubahan Ekuitas yang dijelaskan pada Catatan atas Laporan Keuangan.

Neraca

    Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu. Dalam neraca, setiap entitas mengklasifikasikan asetnya dalam aset lancar dan nonlancar serta mengklasifikasikan kewajiban menjadi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang. Neraca setidaknya menyajikan pos-pos berikut:
  1. Kas dan setara kas
  2. Investasi jangka pendek
  3. Piutang pajak dan bukan pajak
  4. Persediaan
  5. Investasi jangka panjang
  6. Aset tetap
  7. Kewajiban jangka pendek
  8. Kewajiban jangka panjang
  9. Ekuitas

Laporan Arus Kas

    Pemerintah pusat dan daerah yang menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan basis akuntansi akrual wajib menyusun laporan arus kas untuk setiap periode penyajian laporan keuangan sebagai salah satu komponen laporan keuangan pokok. Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum atau unit yang ditetapkan sebagai bendaharawan umum negara/daerah dan/atau kuasa bendaharawan umum negara/daerah
   
    Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selamma suatu periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.

    Laporan arus kas adalah bagian dari laporan finansial yang menyajikan informasi penerimaan dann pengeluaran kas selama periode tertentu yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, investasi, pendanaan, dan transitoris

Catatan atas Laporan Keuangan

    Agar informasi dalam laporan keuangan pemerintah dapat dipahami dan digunakan oleh pengguna dalam melakukan evaluasi dan menilai pertanggungjawaban keuangan negara, diperlukanlah Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK). CaLK memberikan informasi kualitatif dan mengungkapkan kebijakan serta menjelaskan kinerja pemerintah dalam tahapan pengelolaan keuangan negara.

      Selain itu, dalam CaLK memberikan penjelasan atas segala informasi yang ada dalam laporan keuangan lainnya dengan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh lebih banyak pengguna laporan keuangan pemerintah. Sehingga masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam menyikapi kondisi keuangan negara yang dilaporkan secara pragmatis.

        Pemahaman yang memadai terhadap komponen-komponen laporan keuangan pemerintah sangat diperlukan dalam menilaporan pertanggungjawaban keuangan negara.

CaLK mengungkapkan hal-hal sebagai berikut :
  • Informasi umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;
  • Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;
  • Ikhtisar pencapaian target keuangan selama tahun pelaporan berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target;
  • Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan ataas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya;
  • Rincian dan penjelasan masing-masing pos yang disajikan pada laporan keuangan lainnya, seperti pos-pos pada Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Saldo Anggaran Lebih, Laporan Operasional, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Neraca;
  • Informasi yang diharuskan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam laporan keuangan lainnya;
  • Informasi lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lebar muka laporan keuangan.

















3 comments:

  1. perbedaan laporan keuangan organisasi sektor publik dan pemerintah daerah apa?? mohon jawabannya

    ReplyDelete
  2. Is There Any Place for Real Money Blackjack at Wynn Casino? - Dr.
    Online Blackjack 하남 출장안마 is available at one of the best tables at Wynn Casino. and enjoy 용인 출장안마 the real money table 아산 출장마사지 games and 광명 출장안마 more on the Wynn Casino website. 구리 출장마사지

    ReplyDelete